Civitas Akademika UIN SATU pada Acara Istighotsah

Cara bersyukur itu sangat banyak macamnya. Syukur itu merupakan ungkapan rasa terima kasih kita kepada Allah, karena berbagai karunia yang diberikan kepada kita. Bersyukur, menurut hasil penelitian Seldon dan Sonja (2006) bisa mengurangi energi negatif. Selain itu, kata syukur sebagaimana yang ditulis oleh Quraish Shihab (1996), di dalam bukunya Wawasan al-Quran disebutkan sebanyak 64 kali.

Rasa syukur ini juga yang diungkapkan oleh keluarga besar UIN SATU (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung), melalui salah satu lembaganya, yaitu LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dalam momentum persiapan mahasiswa yang akan melaksanakan KKN 2025.

LP2M menggelar Do’a Bersama yang dikemas dalam Istighotsah. Banyak karunia yang harus sama-sama disyukuri oleh keluarga besar UIN SATU. Salah satu dari sekian banyak karunia tersebut adalah kesuksesan mahasiswa yang berhasil masuk dalam peserta KKN 2025. Memang ada beberapa syarat untuk bisa mengikuti KKN, satu point penting yang tidak dinafikan adalah tercapainya 110 SKS. Jika ini tidak mampu dipenuhi mahasiswa, maka mahasiswa tidak bisa mendaftar KKN. Implikasi mahasiswa harus mendaftar di tahun berikutnya. Kondisi ini yang patut disyukuri bersama.

Istighotsah yang diselenggarakan selain sebagai ungkapan rasa syukur, juga merupakan sebuah tradisi sebelum melaksanakan perkuliahan, sebagaimana KKN pada hakikatnya merupakan Kuliah—Kuliah Kerja Nyata—yang pada konteks tempat, mahasiswa akan belajar di tengah belantara Masyarakat untuk mengabdi. Jika selama ini mahasiswa sebagian besar belajar di bangku dan ruang kelas, maka sekarang inilah saatnya mahasiswa belajar di tengah Masyarakat, di dalam ruang-ruang kehidupan nyata. Dalam ruang-ruang tersebut mahasiswa akan membaca ayat-ayat kauniyah. Begitu kiranya Bapak Rektor UIN SATU menyampaikan sambutannya.


Para Peserta Istighotsah Mengikuti Kegiatan dengan Khidmat

Masih dalam sambutan Bapak Rektor, beliau menyampaikan

Bukan berarti kami menganggap kalian anak kecil, tapi kami merasa kalian adalah anak kami yang akan dilepas ke belantara yang luas, diibaratkan seperti uzlah, yaitu selama kurun waktu 40 hari”.

Andaikata dihitung secara matematis, 40 hari ini sama dengan 960 jam dan jika dalam hitungan satuan lain 57.600 menit.

Orang tua mana yang tidak khawatir, apabila melepas anaknya selama itu, dengan jumlah 4.219 mahasiswa, kemudian mereka akan berbaur dengan masyarakat yang baru dikenal. Rasa kehati-hatian dan was-was pasti akan tumbuh dalam pikiran dan perasaan orang tua. Maka tradisi yang baik, semacam do’a bersama ini, selain untuk mengungkapkan rasa syukur atas karunia yang telah diberikan oleh Allah, kegiatan ini juga untuk memohon supaya diberikan kelancaran dalam menjalankan KKN, terhindar dari segala sesuatu yang tidak diinginkan, dan satu lagi, harapan keberkahan dalam KKN ini mampu menjadi nilai positif yang akan diwujudkan mahasiswa dalam berbagai bidang.

Semoga manifestasi doa bersama ini mampu memberikan energi positif dan menghilangkan energi negatif. Mahasiswa mampu menjalani kegiatan KKN dengan perasaan optimis, dan mampu menjalankan roda-roda kegiatan yang disusun dalam program-program KKN untuk kemajuan institusi dan lembaga.

Tulungagung, 30 Juni 2025

 

Daftar Bacaan

Sheldon, K. M., & Lyubomirsky, S. (2006). How to increase and sustain positive emotion: The effects of expressing gratitude and visualizing best possible selves. The Journal of Positive Psychology, 1(2), 73–82. https://doi.org/10.1080/17439760500510676

Shihab, M. Q. (1996). Wawasan al-Quran: Tafsir maudhu’i atas pelbagai persoalan umat (Cet. 1). Mizan.