Ahmad Fahrudin

PC LP Ma'arif Kabupatèn Tulungagung bersama SAKOMA NU menyelenggarakan Lomba Foto Tanam Pohon di Bumi Perkemahan Ma'arif NU Tulungagung (Buper Walikukun). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 03 Oktober 2020 sebagai rangkaian peringatan Harlah yang ke-91 LP Ma'arif NU Kabupatèn Tulungagung.

Peringatan Harlah ini diawali dengan pembersihan Buper Walikukun pada Sabtu lalu minggu lalu, selanjutnya Istighotsah bersama seluruh lembaga di bawah naungan LP Ma'arif dan diakhiri dengan lomba foto tanam pohon.


Kegiatan ini diikuti oleh siswa/siswi beserta balak/ibu guru, baik mulai dari tingkat MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA/SMK dengan 200 lebih peserta. Apel pembukaan kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris PC LP Ma'arif Kabupatèn Tulungagung, yaitu Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Pria yang akrab di panggil Kang Supri ini menyampaikan, "Lomba tanam pohon ini sebagai implementasi bahwa pohon sebagai jantung dari sebuah kehidupan, maka kita harus melestarikan pohon dimulai dari generasi-generasi didik kita". Selanjutnya penyerahan secara simbolis pohon bambu dari LP Ma'arif kepada peserta lomba.

Hal senada disampaikan oleh ketua SAKOMA Qomarudin, S.Pd.I. Pria yang berperawakan tambun ini menuturkan, "Penanaman ini akan dilakukan secara kontinuitas, dalam artian secara terus-menerus, tidak hanya berhenti pada lomba ini saja. Upaya semacam ini dilakukan untuk pelestarian Buper Walikukun ini".

Pohon yang ditanam pertama kali pada kegiatan ini adalah bambu, pohon bambu ini ditanam di sepanjang jalur dari pendopo pos utama buper menuju titik puncak Buper Walikukun.

 

Pak Iman sebagai pecinta lingkungan alam juga menyampaikan bahwa pelestarian alam di Buper Walikukun menjadi salah satu momen penting. Pria berambut gondrong ini juga mengajarkan salam istimewa dalam pelestarian ini, yaitu "Salam Lestari". Salam ini sebagai asupan penyemangat agar pelestarian lingkungan tetap digelorakan.

Lomba ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan dan mengedukasi para peserta didik kepada lingkungan hutan yang semakin hari semakin kehilangan eksistensinya, sebab banyak hutan yang ditebang pohonnya secara ilegal dan tidak ditanami kembali. Sehingga akhirnya mengundang bencana longsor.

Pada kondisi semacam inilah kegiatan ini menjadi titik signifikansi penting bagi seluruh lembaga pendidikan di bawah LP Ma'arif Kabupatèn Tulungagung dan juga lingkungan sekitar di daerah Buper Walikukun. (Fahru--SAKOMA).