Dunia pendidikan mengajarkan kita untuk belajar dalam hal apapun. Baik pelajaran yang tekstual maupun kontekstual, belajar menghargai sesama, bekerjasama, memenejemen emosi, perasaan, dan hati. Singkat kata, dunia pendidikan --terlebih institusi sekolah mengajarkan kita segala sesuatu tentang kehidupan.

Para peserta dan fasilitator Survival Day

Belajar yang sering masyhur dalam benak pikir kita adalah belajar dalam kelas, dengan berbagai perlengkapan buku, bolpoint, pensil, penggaris, dan perlengkapan yang lainnya. Namun, kita tidak boleh menutup mata. Bahwa tempat belajar boleh dimanapun, kapanpun. Tak terbatas ruang dan waktu. Bahkan belajar bisa dari hati.

Persiapan para peserta sebelum kegiatan

Paulo Coelho—penulis asal Brazil—mengatakan bahwa “Hanya ada satu cara untuk belajar. Melalui tindakan, bukan melalui buku-buku tebal yang ditulis orang lain.” Pernyataan di atas sah-sah saja. akan tetapi bolehlah seseorang kurang setuju dengan pendapat tadi, karena menkultuskan hal tersebut sehingga tak mau menerima pendapat yang lebih bijak dan arif.

Berkaitan dengan hal di atas. MTs Al-Ma’arif Tulungagung mengadakan kegiatan yang dikemas dalam tajuk “Survival Day” dengan tema “Membangun Mental Generasi Islami”. Kegiatan yang dilaksanakan siswa kelas 7 dengan jumlah 200-an siswa ini bertempat di Sanggar Bkhati pramuka Tulungagung.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 gelombang. Gelombang pertama tanggal 10 Pebruari terdiri dari 3 kelas. Gelombang kedua terdiri 2 kelas. Pelaksanaan kegiatan ini adalah Team Fasilitator dari MTs Al-Ma’arif sendiri. Dengan dukungan dari berbagai pihak, akhirnya kegiatan ini dilaksanakan pagi hari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.


Peserta Survival Day Hari pertama

Bapak Kepala Madrasah menyampaikan hal penting dalam sambuan saat membuka acara. Bahwa kegiatan ini sangat penting sekali untuk dilaksanakan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi dari adanya berbagai hal yang sangat pelik –persoalan yang tak diinginkan terjadi di kalangan siswa, mulai dari kekerasaan, kasus Bulliying antar sesama teman, tawuran, dan juga bahkan pnyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Sambutan Bapak Kepala Madrasah dan Pembukaan acara secara simbolis

Pentingnya kegiatan ini supaya anak-anak lebih mengenal karakter antar sesama teman, mampu bekerjasama dalam berbagai macam kondisi, terjalinannya tali emosional yang erat, mampu berkawan di dalam dan di luar kelas dengan sama baiknya, dan tidak ketinggalan memberikan energi positif kepada siswa untuk selalu bersemangat dalam memilih dan menentukan cita-cita dalam hidupnya.

Para peserta melaksanakan kegiatan, berdiri secara bersama-sama

Kemasan acara yang menarik ini sangat memacu semangat anak-anak didik. Sehingga walaupun kegiatan dilaksanakan dari pagi sampai siang. Mereka tidak merasa kelelahan sama sekali. Wajah cerah nan riang terpancar dari anak-anak.

Kegiatan memindahkan Missiu

Kegiatan ini adalah yang pertama kali dilaksanakan oleh MTs Al-Ma’arif. Walapun masih pertama kalinya, namun efek positif sudah sangat terlihat sekali dari anak-anak. Mereka lebih memahami antar sesama, menghargai, dan juga tolong menolong dalam berbagai kesemapatan.

Acara ditutup dengan Training Motivation. Dalam acara training ini Sang Trainer menyampaikan tentang pilihan dalam hidup ini. Memilih adalah sesuatu yang sulit, namun orang hidup harus tetap mempunyai pilihan. Apabila orang tidak mempunyai pilihan dalam hidup, maka ia akan dalam kesia-sian.

Motivasi kepada para peserta Survival Day

Sebagai pamungkas anak-anak diajak untuk mengevalusi diri teman mereka masing-masing. Dengan cara menggambarkan silhuet dirinya di atas hamparan kertas plano. Kemudian dievalusi oleh temannya dengan menuliskan sifat dan karakter teman tersebut. Hal ini bertujuan untuk mencari kekurangan sehingga mampu diperbaiki untuk bekal hidupnya.

Evaluasi antar teman

Pada akhirnya harapan semua pihak dengan adanya kegiatan ini mampu menjadikan siswa melangkahkan kakinya untuk menatap dunia yang luas ini dengan semangat membara yang menyala-nyala. Agar belajar menjadi proses yang menyenangkan, agar kreatifitas terus ditumbuhkembangkan. (B. Fah)