Sejenak saya berpikir tentang apa yang telah terjadi diperbagai hal yang ada dalam kesunyian dalam penghayatan,,
Menarik untuk dicermati dari beberapa peristiwa yang terjadi di berbagai daerah ada yang mengatakan itu sebagai bencana atau ujian, atau bahkan suatu peringatan terhadap kita semua sebagai hamba Allah yang Maha Esa. Itu semua merupakan suatu sannatullah yang sudah digariskan. Menurut hemat saya (mungkin dari beberapa saudara – saudari ada yang berbeda pendapat tentang ini, saya anggap ini merupakan suatu tambahan wawasan) dari beberapa musibah yang ada ini dimulai dari banjir diberbagai tempat dan daerah, yang menjadikan publik masyrakat menjadi resah, gelisah dan bahkan susah karena banyak dari mereka yang kehilangan sanak saudara, harta benda, rumah tempat tinggal mereka. Aktivitas sehari-harinyapun menjadi terhenti secara terpaksa. Bahkan di Jakartapun yang menjadi salah satu pusat pemerintahan Indonesia lumpuh karena terbengkalai dengan banjir yang beberapa hari menimpa kota Monas tersebut. Kota yang kita kenal tak pernah lekang dan sepi oleh waktu walau seiring dengan berganti dan berubahnya tahun. Ingat beberapa hari yang lalu Istana Negara yang merupakan tempat untuk kegiatan resmi kepresidenan selain sebagai kantor presiden republik Indoneia dalam menjalankan pemerintahan juga tak luput dari amukan si penguasa daratan.
Setelah itu erupsi gunung sinabung dan kelud yang merupakan gunung aktif dan sudah meletus beberapa kali juga mengalami kegiatan yang menambah semaraknya peristiwa yang terjadi di Indonesia, Gunung kelud yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal saya kira-kira 50 km meletus tanggal 13 Februari 2014 pada jam 22.49 WIB, banyak yang mengatakan hal tersebut merupakan indikasi dan tanda yang telah Allah pertunjukan untuk peringatan manusia. (bisa dilihat QS: 22 ayat 49), kemudian jika kita korelasikan dengan hari dimana besoknya adalah hari yang sebagian kaum muda menganggapnya adalah sebagai hari kasih sayang dalam istilah valentine taggal 14 Februari 2014, pada kali ini diperingatkan Allah dengan jelas dan terang. Boro-boro merayakan valentine, pagi dini hari tanggal 14 mereka sudah disibukan dengan berbagai kegiatan yang paling diutamakan adalah pengungsian atau penyelamatan terhadap jiwa dan harta benda.
Mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Muslim, dan kalau kita lihat valentine bukanlah budaya umat Islam bahkan jelas-jelas itu adalah istilah non Islam. Tanggal 14 februari merupakan hari perayaan terhadap dihukum matinya seorang pahlawan kristen yaitu: Santo Valentine, kejadian ini terjadi tepat pada tanggal 14 februari 270 M. malah dirayakan oleh sebagian generasi muslim Indonesia. Terbalik dengan kenyataan yang terjadi di Arab Saat Valentine, Mawar Merah Jadi Benda Terlarang di Arab Saudi.
Nah, kalau kita merujuk dari beberapa peristiwa yang terjadi di Bumi kita tercinta ternyata Allah sudah memperingatkan dan mencegah dengan berbagai cara. Di Jakarta yang notabene adalah provinsi daerah terpadat dan terbanyak disana Allah telah mencegah umatnya untuk merayakan valentine dengan cara adanya banjir. Bahkan tidak hanya di Jakarta, di daerah lainpun juga telah terjadi beberapa banjir. Di sinabung Karo Sumatera Utara, juga telah terjadi ledakan besar oleh gunung Sinabung, hal ini menurut hemat saya juga merupakan hal untuk pencegahan dalam perayaan valentine bagi umat Islam, dan yang baru-baru ini adalah tepat pada malam valentine yaitu meletusnya gunung kelud. Walau dari segi ukuran gunung kelud tidak besar tetapi dampaknya sampai hampir seluruh jawa, paling parah adalah di Jogjakarta yang jaraknya sangat jauh dengan Kediri Jawa Timur. Inilah cara Allah untuk menunjukan kuasa dan peringatannya. Disamping itu juga hikmah yang dapat kita Ambil adalah meningkatnya saling tolong menolong diantara sesama manusia.
semoga dengan terjadinya ini semua bisa menjadikan kita tetap ingat dan meningkatkan kepada Allah dalam setiap hal...Aamiin.

0 Komentar